Serpihan Jejak Musyafir – 278
Catatan Harian yang Terabaikan

Simply da Flores

1
Kejujuran Kaca Cermin

Kami digunakan di mana-mana
di dalam ruang kamar dan area toilet
di lokasi umum dan gedung mewah
di hotel dan salon kecantikan
Bahkan ada yang bawa di tas
“Kami memantulkan apa adanya wajah dan sosok pribadi
Kami tak pernah mampu berbohong
Tetapi
sering dimarahi bahkan kami dibanting pecah”
Banyak orang tidak menerima wajah dan sosok dirinya, sesuai yang kami pantulkan

2
Ketabahan Tempat Tidur

Hampir setengah waktu kehidupan
kami digunakan untuk melepas lelah
Tikar kasur bantal dan sprei menjaga tidur
Kami menopang semuanya terjadi
Kami juga mencatat semua rahasia
Kami juga memberi tenaga kesehatan
Namun
sering diabaikan dan dianggap sepele
Bahkan dikutuk dan dijadikan sampah
Jarang ada kesadaran terima kasih dan beryukur

3
Nasib Cahaya Bola Lampu

    Dalam gulita kami bermanfaat
    biaskan cahaya terangi ruangan
    agar banyak keperluan dapat dilakukan
    Namun
    Saat ada masalah dan tak berfungsi
    semua manfaat dilupakan
    terang pun menjadi gelap gulita
    cahaya pudar dan sirna
    dari kesadaran dan emosi
    Lalu
    kami terhempas dan terbuang hancur berkeping

    4
    Kesetiaan Tungku Dapur

    Panas membara nyala membakar
    arang debu memeluk menghibur
    setelah semua kegiatan memasak usai
    Aneka wadah silih berganti
    berbagai menu kami lihat dan hirup aroma
    karena memang kami hanya tungku
    Para pemasak selalu menggunakan kami
    tetapi sibuk dan jarang menyapa
    Kami catat rezeki kehidupan pemilik
    doa atau sumpah serapah di dapur
    semua menjadi santapan banyak orang
    Dan
    saat lapuk dibakar bara api menyala
    kami terbuang dan lebur
    kembali memeluk debu tanah

    5
    Pengorbanan Sisir dan Alat Cukur

      Berkelana di belantara hutan rambut
      itulah pekerjaan rutin demi kerapian pemilik
      Berjibaku membersihkan bulu-bulu
      itulah keharusan tugas kami
      Jumlah bulu rambut dan lainnya kami hitung
      lalu simpan dalam catatan nasib tugas
      Tetapi
      pemilik rambut dan bulu-bulu
      tidak hiraukan peran kami
      karena sibuk perjuangkan kepentingannya
      Mungkin hanya para pelaku tata rias
      yang selalu peduli dan menghargai kami

      6
      Perjuangan Barang Kosmetik

      Yang sering gunakan kosmetik
      itu kaum perempuan tua muda
      Kami dipilih dan selalu diandalkan
      agar bisa mempercantik wajah dan tubuhnya
      Kami berani dibeli dengan harga mahal
      Ke mana-mana kami selalu dibawa serta
      Bahkan menambah dicari ke salon kecantikan
      karena kami dibutuhkan untuk mempercantik diri
      Sering kami dipaksa menurut selera
      untuk mengubah apa yang asli
      bahkan menambal bagian yang rusak
      padahal hanya untuk sementara
      Anehnya
      banyak yang selalu tidak puas dengan kami
      bahkan peran kami dipersalahkan
      ketika selera gayanya tidak kesampaian
      Kami kosmetik dan penata rias
      sering dipaksa memenuhi gaya meski tak cocok
      Itulah nasib dan pengorbanan kami