Serpihan Jejak Musyafir -226
Air, Api, Tanah, Angin

Simply da Flores

1.
Senandung Air

Aku tak bisa pecahkan batu karang dengan kuku jemari tangan
Tetesan air berkali-kali
basahi wadas dan lumatkan besi baja

Dahaga dilerai segarnya air
Dan
kehidupan bersemi dalam senandung air
menetes, mengalir, banjir

2.
Nyanyian Api

Amarah, iri dengki itu api
membakar padang hutan belantara
hanguskan langit dan planet angkasa

Kasih sayang juga api
nyanyian rindu damba jiwa
merangkul debu tanah dan matahari
menyibak tirai misteri abadi

3.
Tarian Angin

Antara tepi cahaya dan rahim debu
ada gerakan sejuta pesona
sang penari abadi lestari
Tak berhenti dan selalu menjadi-jadi

Antara Sang Ilahi dan insani
ada sejuta penari berinkarnasi
Selalu berkreasi dan berinovasi
Lahirkan pelangi di sanubari
dengan nafas yang bersemi

4.
Syair Debu Tanah

Ayat-ayat alam semesta
dicatat pada debu tanah
tak terlewatkan dan pasti
Agar bumi tumbuhkan kehidupan bersemi

Manusia diciptakan dari debu tanah
dititip sementara dengan energi angin
Dan
pasti kembali ke debu tanah
agar kreasi terus bersemi
lahirkan ayat-ayat debu tanah
menghiasi bumi yang fana