Serpihan Jejak Musyafir – 219
Hujan Sehabis Idul Fitri

Simply da Flores

1.
Untaian Kembang Senyum

Butiran sejuk membasuh kalbu
diantar langit menyalami jiwa raga
Ada sukacita kemenangan
dan bahagia menerima ampunan
Allah Maha Pengasih dan Maha Rahim
Syukur Alhamdulillah

Benih sujud ibadah tumbuh hijau
penuhi ladang jiwa raga
merekah kuntum bersemi kembang
Lahirkan pelangi silahturahmi
Damai sesama saudara insani
Harmoni insan dan Sang Ilahi

2.
Banjir dan Macet

Air mata berderai mengalir
mampet di kerongkongan mencekik
banjir penuhi jalanan macet
pada akhir Ramadhan dan hari lebaran
Antara berkah dan peringatan alam

Mungkin banyak sampah berserakan
atau got pada mampet tertutup
Mata kesadaran rabun dan buta
melerai tumpukan sampah kemarin
membersihkan tangan kaki dan pikiran
Hujan datang mengingatkan pribadi
agar berani introspeksi diri

3.
Hujan dan Bara Api

Panas bara membakar jiwa raga
Ada yang menyala di kampung dan kota
Ada yang membakar di ladang sosmed
Banyak yang diam dan bersujud
Semoga banjir macet cepat berlalu

Deras air hujan energi Sang Ilahi
tegakkan hukum alam lerai api
sadarkan penguasa bersihkan hati sanubari
Laksanakan keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa
Hikmah Ramadhan dan berkah Idul Fitri

4.
Orkestra Silahturahmi

Tarian jiwa nyanyian sukma
membubung tinggi ke Nirwana
Haturkan syukur pujian bergema
bagi-Mu Sang Maha Cinta
pemberi berkah kasih dan ampunan
Sang Maha Rahman dan Rahim
Syukur Alhamdulillah

Aroma warna-warni sukacita bahagia
menyebar mempesona diri pribadi
bersalaman dan berpelukan mesra
Terima kasih bersilaturahmi gembira
Saling berbagi dan memberi cinta