Serpihan Jejak Musyafir -14
Berkaca pada Samudra

Simply da Flores

Dari kejauhan kulihat biru Nirmala
lalu kusebut samudra biru
Ternyata aku salah
ketika datang di lautan
kuambil airnya dan berbasuh
Air laut itu bening seperti kaca
Kusadari kini
melihat dari jauh ternyata berbeda ketika mencebur diri dan berbasuh pada realita

Aku ingin menjadi
Aku sedang berada dan berproses
Dalam lautan realita misteri
Dalam fakta pengalaman ajaib
Dalam relasi dengan sesamaku
Dalam ketergantungan dengan alam lingkunganku
Apalagi
dalam relasi dengan Tuhanku

Hari ini
Ingin kukatakan kesadaranku
Banyak masalah terjadi di hidupku
Karena aku masih andalkan diri
Karena aku sering lupa diri
Karena aku terlalu egois
Memaksa semua menjadi seperti mauku
Menuntut semua seperti pikiranku
Menagih semua seperti seleraku

Aku ingat saat ini
Pikiranku bukanlah pikiran Allah
Rencanaku bukanlah rencana Allah
Aku bukan serba sempurna
Aku bukan apa-apa
tanpa sesama saudara

Semuanya dalam rencana-Nya Tuhan
ada dan terjadi dalam hidupku
Walau pun ku tak tahu
dan ku tak mengerti
semua jalanku

Kini kusadari Tuhan
Semua rencana-Mu Tuhan
Indah rencana-Mu
Hati bergembira
dan ku kan bersyukur, semua berkat-Mu

Berkaca pada samudra
Tak pernah samudra tanpa gelombang
Tak ada samudra tanpa sampah
Tak mungkin samudra tanpa ombak

Samudra memberi semuanya
Samudra menerima semuanya
Samudra itu kembaran cakrawala langit