Kaduk Wani Kurang Duga

Oleh : Jlitheng



| Red-Joss.com | Di manapun, dalam keluarga, gereja, bisnis, apalagi dalam sebuah negara, pemimpin itu penting. Jatuh-bangun suatu komunitas ataupun organisasi tergantung pemimpin dan caranya dia memimpin. Ada Proverbia memberi pesan: Jika pemimpin benar dan adil, maka rakyat bersukacita dan bergembira. Akan tetapi, jika orang fasik memimpin, akan ada banyak rakyat menderita dan dikorbankan untuk mengamankan niat fasiknya itu (Amsal 29.2). Mengapa?

Karena, pemimpin yang fasik akan cenderung “kaduk wani kurang duga” (baca seperti baca sego).

โ€˜Kadukโ€™ artinya kelebihan, terlalu, melewati batas wajar. Sebagian orang lebih suka memakai kata โ€˜keladukโ€™ sehingga kalimatnya menjadi โ€˜keladuk wani kurang dugaโ€™, dengan arti yang sama.

โ€˜Waniโ€™ artinya berani.

โ€˜Dugaโ€™ artinya perhitungan. Jadi makna โ€˜kaduk wani kurang dugaโ€™ adalah terlalu berani kurang perhitungan.

Ada yang menyamakan โ€˜kaduk wani kurang dugaโ€™ dengan hantam dulu urusan nanti. Hantam dulu urusan nanti, mungkin dengan perhitungan, tetapi yang sifatnya egosentris.

Pola memimpin ala โ€˜kaduk waniโ€™ nampaknya ada mirip dengan โ€˜dumeh kuwoso, njur sak senengeโ€™. Mentang-mentang berkuasa, lalu sesuka hati. Jika demikian memang berpotensi membawa โ€˜blaikโ€™. Suloyo.

Tetap semangat. Mari, sambut matahari terbit. 

Jlitheng