Ayat-ayat Musyafir – 30
Dari Debu, Kembali pada Debu

Oleh Simply da Flores


Red-Joss.com | Fakta kodrati setiap manusia, adalah lahir, hidup, dan mati. Banyak ajaran adat budaya dan agama menegaskan, bahwa manusia ada asal dan tujuannya. Salah satu ajaran asal usul yaitu “manusia berasal dari debu tanah, hidup oleh debu tanah dan kembali pada debu tanah.”

Merenungkan asal usul itu, saya tuliskan sajak sehubungan dengan ritual keagamaan yakni:

Menabur Debu Tanah di Wajahku

Haiโ€ฆ
Mengapa kalian mau dikotori
Biarkan wajahmu ditabur debu tanah
sambil dibisikkan kalimat biasa
“Engkau berasal dari debu tanah dan pasti kembali kepada debu tanah”
Katanya manusia terbuat dari debu tanah
sehingga saatnya pasti mati kembali ke tanah

Banyak hal luar biasa
karena biasa dialami manusia
maka menjadi biasa saja
bahkan dianggap sudah biasa begitu
atau tidak ada apa-apanya
Namun,
ketika terganggu atau hilang
baru diprotes dan disadari
Ternyata itu luar biasa
seperti nafas dan debu tanah
bagi kelangsungan hidup pribadi

Ada yang beribadah berpuasa
ditandai dengan debu tanah
ditabur di kepala atau wajah
Rupanya itu jadi mantra doa
membuka mata kesadaran pribadi
memeterai kata hati nurani
menggugat mata jiwa sanubari
Ingatkan asal mula kehidupan
Mengapa diri terlahir ke dunia
Siapakah pribadi setiap insan
Untuk apa terlahir ke bumi
Bagaimana semestinya hidup dimaknai setiap hari
Selama telapak menginjak tanah
sepanjang ruang dan waktu nafas

Karena
pada mulanya debu tanah
setiap hari menatap debu tanah
nanti kembali ke debu tanah
Makaโ€ฆ
Debu tanah itu darah dagingku
Ada debu sekujur tubuh ragaku
Ada debu di ladang perasaanku
Ada debu mengotori pikiranku
Ada debu di lembar nuraniku
Ada debu di ruang jiwaku
Dan
“Aku hanya setitik debu tanah
di antara sesama debu tanah
di alas kaki-Mu Sang Penciptaโ€ฆ”

Hari ini kusadari bahwa
Debu tanah hakikat diri pribadi
sering dimaknai aneka macam
sesuai ruang dan waktunya
seturut manfaat dan fungsinya
bagi yang memberi makna
Tetapiโ€ฆ
Ketika setiap jemari kesadaran
mengambil debu di telapak kaki
lalu membalur wajah sendiri
Pasti berbeda-beda lagi
alasan mengapa melakukannya
serta tujuan apa membuatnya
Mungkinโ€ฆ
perlu belajar pada anak-anak
atau petani di sawah ladang
yang bersahabat debu tanah
agar kita bisa nikmati makanan

O Ibu Bumiโ€ฆ
ketika menabur debu tanah
pada kepala dan wajahku
dalam rangka ibadah puasa
Saya mau bisikan sujudku
Saya ingin katakan terima kasihku
atas kodrat relasiku denganmu
Ternyataโ€ฆ
aku ini berasal dari rahimmu
Setiap hari dipangku tanganmu
Seluruh hidup dalam pelukanmu
Jejak suka duka di dadamu
Langkah baik dan burukku
terpatri semuanya di matamu
Dan
saatnya ajal menjemput nafasku
ragaku kembali dalam rahimmu

Menabur debu di wajahku
Ajarkan banyak pesan makna
Agar selalu sadari hakikat diri
Agar berpikir jernih dan waras
Agar jangan hanya melihat langit tetapi perlu sering perhatikan telapak
Agar bibir berikan senyum tulus
Agar mulut ucapkan kata bijak
Agar wajah ramah bagi sesama
Agar jiwa raga bisa berguna
Selama melangkah di bumi
hingga nanti kembali ke tanah

Foto ilustrasi: Istimewa