Natal Dan Kesetaraan


Red-Joss.com – Menyitir Pidato Presiden Jokowi di Forum Uni Eropa-ASEAN, Gedung Europa, Brussels, Belgia, Rabu (14/12/2022), yang ditujukan kepada semua peserta KTT, bunyinya: “Kita bukan hanya maju bersama, tetapi juga maju setara…”

Natal hampir tiba. Tentang Natal dapat kita katakan hal yang sama, bahwa: Natal tidak saja membuat kita bersama, tapi menjadikan kita “setara.”

Pesan tentang kesetaraan terefleksikan pada ‘Misteri Inkarnasi’, Allah menjelma dalam Yesus dan tinggal di antara kita. Penjelmaan-Nya membuat semua ‘manusia setara’. Gembala dan ketiga Raja berlutut setara di depan palungan.

Akankah kesetaraan yang terjadi di Betlehem dapat terjadi lagi di antara kita sekarang? Jawabnya: “Ya” selama yang menjadi pusat hidup kita tetap Yesus, ada rasa senang berjumpa dan berdoa bersama, merasa setara di hadapan-Nya.

Akan ada kesetaraan jika pusat hidup bukan pada kejayaan pribadi, “merasa lebih dekat Tuhan, hidupnya makin memusat / mengisi pundi berkat pribadi, merasa sudah lebih banyak mengabdi.

Apabila kejayaan pribadi terlalu dominan, maka Natal akan lebih memberi kepuasan diri dari pada kedamain.

Jika demikian kesetaraan belum mau mendekat.

Jlitheng