“Sukacita dan damai datang saat pintu syukur kita buka, sebaliknya bahagia dalam keluarga sirna saat pintu rumah tidak pernah dibuka.” -Rio, Scj.
Pernah membanting pintu saat kesel dan marah? Pintu yang tidak salah itu dibanting dan ditendang. Faktanya kita tetap membuka dan melewati pintu yang sama.
Stop menghina dan merendahkan sesama, mungkin saja yang dihina dan rendahkan itu suatu saat kita butuhkan bantuannya!
Hidup ini seperti roda yang terus berputar. Kadang kita di atas, di tengah, bahkan kadang di bawah. Hari ini kita menghina dan merendahkan teman, bisa jadi nanti ia malah jadi pimpinan. Jangan tinggi hati dan sombong, saat berada di puncak. Jangan memandang sebelah mata, apalagi merendahkan mereka yang belum berhasil. Bisa jadi suatu hari nanti mereka lebih sukses dari kita.
Rezeki dari Tuhan itu tidak bisa diprediksi, dan rencana Tuhan tidak bisa diterka. Rapi yang bisa dilakukan adalah menata hati untuk bersyukur dan percaya. Yang bisa itu adalah memantaskan tempat untuk berkat Tuhan agar cukup dan berkelimpahan. Kita diciptakan sama secitra dengan-Nya.
Mari belajar menghormati dan menghargai bukan merendahkan dan menghakimi. Belajar bersyukur dan berbagi, bukan serakah dan pelit. Belajar mencintai bukan iri dan membenci. Agar hidup kita tetap damai dan tenang baik nanti maupun hari ini.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

