“Roh Kudus datang, karena Allah siap mengubah hati mereka.“
Allah yang Maha Rahim,
hari ini Gereja-Mu merayakan bukan sekadar peristiwa yang pernah terjadi dua ribu tahun lalu, melainkan hari, ketika nafas Surga kembali dihembuskan ke bumi.
Para murid mengunci diri dalam ketakutan. Walaupun mereka telah mendengar kabar kebangkitan Yesus, hati mereka masih dipenuhi kebingungan dan kecemasan. Tapi Yesus tidak menunggu mereka jadi berani terlebih dahulu. Ia datang menembus pintu-pintu yang terkunci, berdiri di tengah kelemahan mereka, lalu berkata:
“Damai sejahtera bagi kamu.”
Lalu Ia menghembusi mereka:
“Terimalah Roh Kudus.”
Bapa, sering kali kami juga hidup di balik pintu-pintu yang terkunci: pintu kekhawatiran, luka batin, rasa bersalah, ketakutan akan masa depan, atau beban yang disimpan sendiri. Kami mau menunggu sampai merasa cukup kuat sebelum datang kepada-Mu. Tapi hari ini Engkau mengingatkan kami, bahwa Roh Kudus bukan hadiah bagi mereka yang sempurna, melainkan karunia bagi hati yang mau terbuka.
Di Pentakosta ini, Engkau mengirimkan lidah-lidah api kepada umat-Mu. Api yang memurnikan, mengubah, dan api yang membuat hati kami menyala oleh cinta Ilahi. Engkau membalikkan perpecahan Babel, bukan dengan membuat semua orang sama, melainkan dengan mempersatukan mereka dalam Bahasa Kasih-Mu.
Bapa, hembuskanlah Roh-Mu sekali lagi atas kami. Ke dalam setiap hati yang lelah, harapan yang mulai padam, dan ke dalam jiwa yang mulai kehilangan sukacita.
Murnikan perkataan kami, agar lidah kami menyembuhkan hati yang luka, mengundang dan mempersatukan yang tercerai berai, menghadirkan harapan dan kerahiman Ilahi.
Bangkitkan pula karunia-karunia Roh-Mu dalam diri kami: hikmat, keberanian, belas kasih, iman, pengharapan, dan kasih.
Biarlah kami bukan sekadar mengenang Pentakosta, tapi menghidupinya.
Kami mengasihi-Mu. Bersyukur dan percaya kepada-Mu.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

